My Photo
Powered by Friendster Blogs

April 2008

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30      

Music clip

  • Dj Tiesto
    Lethal Industry: ...Forget...

« Ketidakpastian... | Main | Kebumen ku sayang Kebumen ku malang... »

July 18, 2006

Ketulusan...

Manusia terkadang berada dalam situasi yang tidak kondusif dalam hidupnya…Sebagai mahluk sosial kadang kita harus berkompromi dengan manusia lain dalam hidup ini. Pada fase kompromi itulah kadang kita susah untuk membuat apa yang kita lakukan menjadi benar dan sesuai di mata orang lain…Sesuai dengan apa yang berlaku secara umum dan naïf dalam norma-norma kehidupan sosial masyarakat…

Terkadang kita terbentur dengan situasi dimana apa yang kita lakukan dianggap salah dianggap tidak tulus oleh orang lain…dianggap bahwa semua yang kita lakukan mengandung unsur dagang…untung rugi menjadi pertimbangan dalam dunia yang materialistik ini…Orang terkadang melihat bahwa apabila kita berbuat baik kita harus mendapat hasil yang baik, bahkan lebih baik lagi daripada perbuatan yang telah kita perbuat…

Apakah paradigma ketulusan sudah begitu tinggi untuk digapai? Sehingga setiap orang menganggap semua tindakan tidak ada yang tulus? Mungkin mereka menganggap ketulusan terakhir terjadi pada masa lampau masa dimana umur peradaban manusia masih sangat muda dan polos…

Sebagai prinsip dari ketulusan itu sendiri dimana kita tidak berharap imbalan dari apa yang kita perbuat…maka seharusnya sikap nerimo, legowo, dan pasrah sudah menjadi bagian dari usaha yang kita lakukan…Tanpa berharap mendapat suatu imbalan dari usaha maksimal yang kita perbuat sudah menjadi suatu keharusan…Usaha sekeras apapun untuk membuktikan bahwa kita tulus tidak akan pernah dianggap oleh manusia yang sudah terlanjur teracuni oleh dogma materialistik dunia ini…Mereka akan terus mencari kesalahan mencoba mencari motivasi negatif apa yang terdapat dalam tindakan kita itu…

Pembuktian..bukan janji semata yang harus kita berikan. Dengan adanya pembuktian maka setidaknya orang dapat melihat sejauh dan sesungguh apa kita dalam melakukan perbuatan itu. Harapan…bahwa harapan itu harus tetap ada berharap bahwa ada orang yang mampu melihat dari sudut pandang yang sama dengan kita…meskipun itu sulit…setidaknya kita telah berharap…Kalaupun harapan itu tidak terwujud kita kembalikan bahwa apa yang kita lakukan itu berasal dari lubuk hati kita yang paling dalam, yang melakukan semua itu dengan tulus ikhlas…tanpa beban…

Comments

Emang lebih gampang tidak percaya ama orang dan menilai pasti ada maunya. But time will tell, sebelum itu... jangan berpikir pasti niatnya jelek... just keep in mind that it's possible just so you can prevent it without thinking that it's the absolute truth without proof. Why? Because if you believe it's the truth, it will become true... just as you wish it

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .