Rapuh dan Jujur...
Rapuh…Bak! Buk! Bak! Buk!…rasanya kayak digebukin…tapi apakah itu salah…bahwa setiap manusia punya sisi melankolis tentang kerinduan yang terkadang secara jujur muncul dikala kesendirian menerpa seseorang…
Dimana orang itu sekarang menyadari bahwa yang namanya being lonely itu sangat tidak mengenakkan. Dimana sebuah kebersamaan yang telah terjalin selama ini, setiap detik demi detik jam demi jam hari demi hari selalu dihabiskan bersama…Tetapi untuk sementara hal itu tercerabut semua ke akar-akarnya…Apakah itu membuat orang menjadi rapuh???
Saya rasa tidak…bukan rapuh yang terjadi di sini…tetapi tahap adaptasi dan tahap kejujuran pada diri sendiri…bahwa manusia itu paling tidak suka berada dalam kesendirian yang hampa. Dikala suka duka dibagi bersama setiap waktu…Sekarang semuanya terasa egois…Sekarang semua begitu terbuka…begitu jujur terhadap diri sendiri…
Soundtrack: Dygta, Ada
Comments: “Rapuh enteee???”
Another Comments: “Bangsat! Peduli Setan…Just be My Self…”


saya stuju, yo... bukan rapuh memang itu namanya.... masa adaptasi (baru ditinggal 3 hari kan ya..?) dengan duduk di depan komputer, merem2 sambil nyanyiin lagu kahitna, kadang2 melek dengan mata menerawang dibilang rapuh?? huahuahuahauhaua... boleh diemailin nggak nih...? ;)
Posted by: nadia | July 5, 2006 05:53 AM
itu namanya ujian...
Posted by: koSa | July 6, 2006 06:51 AM
Kalo tau2 jadi sendiri, kan kesempatan untuk melakukan hal2 yang biasanya tidak pernah sempat dicoba. Do new things, meet new people, say hi to those you always see but never approach.
Sooner or later loneliness will happen, and it will stay or gone depending on what you do when that happens
(Cieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee.....)
Posted by: Abra | July 6, 2006 05:54 PM