My Photo
Powered by Friendster Blogs

April 2008

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30      

Music clip

  • Dj Tiesto
    Lethal Industry: ...Forget...

« Keajaiban atau Berkah di Bulan Ramadhan??? Silahkan anda tentukan sendiri... | Main

November 02, 2007

Serahkan Pada Ahlinya!!!

Apa kabar pembaca setia blog ku sekalian??? Wah…sudah lama (setahun lebih) juga ya penulis tidak memperbaharui isi dari blog gak jelas bin gak penting ini…Hehehe…Maklum…Biasa alasan klise penulis… Ketika waktu ada, mood tidak mendukung tapi, ketika mood ada waktunya yang nggak ada entah kemana…Ya begitulah manusia selalu beralasan agar merasa dirinya selalu benar…Tetapi penulis memohon maaf (masih terhitung bulan Syawal neh…) sebesar-besarnya buat para pembaca setia blog saya (kalau ada) atas keterlambatan update ini… :) nobody perfect kan…

Apa yang membuat penulis tiba-tiba ingin sekali menuliskan buah pikirannya sekarang? Mungkin ini awalnya berdasarkan pengalaman penderitaan penulis sendiri yang mengalami kehidupan di jalanan Jakarta berkalang kemacetan mulai dari pagi siang sore malem (wah…kayak restoran padang aja…Hahaha!!!) …Benar-benar memuakkan….bahasa kunci bin canggihnya adalah city mismanagement….(mudah-mudahan pembaca sekalian tidak bosan dengan topik yang ini…) Tapi ini sudah benar-benar off the limit yang akhirnya membuat saya tergugah untuk menuliskan mengenai topik yang seharusnya bukan menjadi konsen dalam blog saya ini…

Sebagai awal dari pembahasan tentang masalah ini…
Buat sebagian pembaca yang tinggal di Jakarta atau di seputaran Jakarta seperti penulis, beberapa bulan yang lalu pasti masih mengingat janji manis salah satu pasangan pilkada DKI yang akhirnya memenangkan pilkada dengan slogannya…”Serahkan Pada Ahlinya…” Nah kontrasnya (yg membuat penulis tergugah) penulis membaca detiknews.com pagi ini dan mendapati pernyataan seperti ini….

Detiknews.com:
02/11/2007 10:00 WIB
Prijanto Prioritaskan Atasi Banjir Ketimbang Macet
Nadhifa Putri - detikcom

Jakarta - Di antara masalah banjir, macet dan sampah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto lebih mengutamakan penanganan banjir. Bagi Prijanto, macet itu penyakit wong sugih.

"Macet itu penyakitnya orang sugih (kaya). Kalau macet ya di dalam mobil AC. Saya nanya ke anak saya, ada yang bermalam nggak di jalan kalau macet. Nggak. Berarti ya sampai rumah semua," kata Prijanto yang langsung disambut geerrr pejabat Pemprov DKI Jakarta dan wartawan.

Hal ini disampaikan Prijanto di sela-sela meninjau Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (2/11/2007).

Pertanyaan saya…apakah pantas pernyataan itu??? Maaf aja kalau saya langsung tidak dapat menerima pernyataan seperti itu… ironinya itu disambut tawa oleh orang-orang yang menganggap itu lucu…ada perbedaan yang sangat tipis mengenai lucu dan tragis dari masalah ini…Lucu karena ada orang bisa menertawakan hal yang sangat tragis…

Sekarang lanjut ke pembahasan, apakah benar macet hanya masalahnya wong sugih??? Penulis akan membahas permasalahan ini dari dua sudut pandang aja…sudut pandang ekonomi dan sudut pandang ekologi (lingkungan)…Kenapa? Karena takutnya kalo kebanyakan disamping pembaca bosan penulis juga tidak mau dibilang orang yang sok ahli padahal bukan bidangnya…Hahaha!!! (Gotcha!!!)

Sudut pandang pertama: Ekonomi…
Tahukah anda bahwa Negara mengeluarkan subsidi melalui APBN, untuk bahan bakar yang begitu besar dimana subsidi itu notabene berasal dari uang rakyat??? Rakyat Indonesia, dimana mayoritasnya bukan ‘wong sugih’… Tahukah anda bahwa harga minyak dunia sekarang berkisar di angka 90USD per barrel yang otomatis itu akan menambah beban APBN untuk subsidi BBM tersebut??? Tapi apa yang terjadi…APBN yang triliunan (bayangkan ada 12 angka nol!!!) itu setiap hari dibakar percuma di jalanan Jakarta yang macet…APBN yang notabene duit rakyat dibakar tiap hari di jalanan dalam literan bahan bakar yang terbuang untuk macet…yang katanya hanya masalah ‘wong sugih’ itu…Hahaha!!! Begitu Naif, Satir, dan Pandir…
Cobalah kita berkhayal tidak ada macet atau minumal berkurang signifikan lah, apa yang bisa kita perbuat dengan APBN itu pasti jauh lebih bermakna (dgn catatan 0 (big zero!!!) corruption)… Kasihan sekali kita orang Indonesia bayar pajak untuk membantu APBN hanya untuk dibakar… Udah termasuk third world country, kerjaannya koq ya buang-buang bensin…wis jan pinter tenan! (Ahli nih yeeee… :-P) Hahaha!!!
Sisi ekonomi yang kedua…efek domino berupa ongkos produksi yang nantinya dibebankan kepada konsumen (Rakyat Indonesia)… Akibat macet, tidak hanya “mobil ber AC” saja yang terkena dampaknya…tetapi kendaraan-kendaraan niaga yang mengangkut faktor-faktor produksi akan terkena dampaknya pula…Dengan adanya macet maka semakin banyak bahan bakar yang terbuang percuma dimana bebannya tetap akan ditagihkan ke perusahaan sebagai ongkos produksi dan akan berujung pada kenaikan beban harga yang diterima konsumen Indonesia. Belum lagi faktor keterlambatan waktu yang akan menghambat semua kegiatan produksi berujung pangkal pada pemborosan, karena harus saling menunggu untuk memulai kegiatan produksi akibat adanya saling keterlambatan bahan baku…Dari sisi sumberdaya manusianya sendiri…apa yang bisa diharapkan dari kaum pekerja Jakarta??? Berangkat dari rumah jam 05.30 pagi untuk menghindari macet…padahal menempuh perjalanan macet juga selama minimum 2 jam dari jarak yang harusnya bisa di tempuh normal paling maksimal dapat ditempuh 20 menit saja…Pulang kantor jam 5-6an…Langsung kena macet…tambah 2 jam…bisa sampai rumah jam 8an paling untung…bercengkrama dengan keluarga maksimal 1 jam…lalu tidur untuk mempersiapkan diri membuang waktu di jalan pada esok harinya…Mereka sudah letih, lemah , dan lesu akibat staminanya dihajar macet terus2an, tanyakan gimana tingkat prduktifitas mereka? Tingkat stress mereka? Keseimbangan hidup mereka? …FYI: sekarang weekend pun Jakarta tetap macet. Apa iya pemerintah harus menyubsidi harga minuman suplemen dan jamu stamina, agar penduduk Jabodetabek tetep “seger”??? Hahaha!!! Ingat, ini tidak hanya pada ‘wong sugih’ saja…wong sugih sih nggak perlu datang kantor jam 8 ‘teng’…mereka sih bisa seenaknya…lha wong, sugih je…wis rak butuh duit…duite wis teko dhewe…Hahahaha!!! Tapi ini terjadi pada semua lapisan masyarakat yang menggunakan jalan Jakarta… Cukup segitu dulu deh pembahasan dari masalah ekonominya…takutnya kepanjangan ntar pada bosen lagi…Hehehe…

Sudut pandang kedua: Ekologi (Lingkungan)
Sudah banyak kali ya…media memberitakan betapa tipisnya cadangan minyak bumi saat ini… Ada media yang mengatakan maksimal dengan tingkat konsumsi saat ini kita hanya dapat bertahan menggunakan minyak bumi sebagai sumber energi utama hingga maksimal tahun 2050 (CMIIW). Belum lagi polusi yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fossil tersebut…Berkaitan dengan kemacetan, berapa kiloliter BBM yang terbuang percuma akibat kemacetan. Harusnya bisa digunakan seefisien dan seefektif mungkin untuk kepentingan bersama seluruh bangsa, eladalah ini koq malah dibuang di jalan percuma… Barkaitan dengan ‘wong sugih’…apakah pernah terpikir apabila cadangan minyak bumi telah benar-benar habis… subtitusi apa yang hendak digunakan bangsa ini…ditengah penggalakan penggunaan biofuel yang ogah-ogahan? Pernahkah berfikir tidak kalo biofuel bisa jadi pisau bermata dua kalau dikelola serampangan, akan terjadi perebutan antara kebutuhan lahan untuk pangan dan lahan untuk biofuel (fakta: daratan Indonesia kurang dari 20% yang cukup produktif dari seluruh luas NKRI untuk dapat ditanami bahan pangan ataupun biofuel(CMIIW)). Gak mau dibilang kan Negara yang katanya agraris tapi kerjaannya impor sembako mulu…Solusinya apa iya nanti kita mau pake solar cell car (yang dengan sombongnya mengaku sebagai negara tropis dimana matahari bersinar sepanjang tahun…Hahaha!!!) nanti Cuma ‘wong sugih’ dong yang bisa make karena biaya investasi teknologi yang mahal…Abisnya kalau mau pake BBG (gas), buat kompor aja dah bikin kebakaran terus-terusan eh mau dipake untuk mobil yang notabene harus lebih secure lagi….Atau semua PLTD yang ada mau diganti Reaktor Nuklir, dimana mau bikin satu aja nggak jadi-jadi…bercermin dari saat ini aja deh…bangsa kita masih masih sangat sangat tergantung kepada minyak bumi (Tanya sama mayoritas ibu-ibu rumah tangga…Milih minyak tanah apa tabung gas kemasan 3 kg???) …mbok ya di digunakan secara arif dan bijaksana…kan semua juga diuntungkan kalo begitu…
Berkaitan dengan polusi…mungkin berbagai media juga telah mengungkapkan global warming akibat polusi hydrocarbon yang berlebihan… Dampaknya…tidak hanya ‘wong sugih’ yang kena dampaknya…’Wong sugih’ sih enak...ibaratnya kena batuk-batuk karena menghirup polusi macet di Jakarta, enak aja mereka tinggal ke Singapore berobat sambil shopping sana-sini beres deh penyakitnya…nah kalo ‘wong cilik’? mau batuk-batuk sampai pneumonia berdarah-darah mereka juga bingung harus berobat kemana akhirnya memilih hidup berkalang tanah daripada hidup bertemu polusi alias, Mati!…Heran, bener heran saya masalah macet koq hanya dilihat dari skala ‘kacamata kuda’ seperti itu saja…sempit, picik dan sangat tidak professional…dari orang yang mengaku ‘Ahli’..Hahaha!!!
Masih banyak dampak ekologi yang bisa dibahas…akan tetapi seperti yang sudah-sudah…memang kemampuan saya membahas hanya segini dulu saya tahu kemampuan saya (Belom jadi ahli apa-apa!!! Hahaha!!!), saya juga tidak ingin pembaca bosan dengan blog saya…

Selanjutnya tanyakan kepada hati nurani…tanyakan kepada diri sendiri…apa yang harus dilakukan…
Bagi warga Jakarta pada umumnya dan para pemilih ‘sang ahli’ pada khususnya…tanyakan pada diri anda…benarkah ini pimpinan pilihan anda??? (Alhamdulillah saya nggak ikut-ikutan milih…lha wong bukan domisili DKI Jakarta…Hahaha!!! :-P) apesnya kena dampaknya juga :-(
Blog ini terbuka seluas-luasnya untuk kolom diskusi melalui komentar…
Lebih kurangnya saya mohon maaf apabila ada hal yang kurang berkenan…Penulis juga tidak terlepas dari kesalahan… :-)

Majulah Bangsaku Nusantara Tercinta!

                            

Comments

hmmm,,,sebenernya bukan cuma di jkt ajah mungkin but bandung juga kaya gitu (walopun ga separah jkt)
salah satu solusi yang saya jalanin 'bike 2 work'..

terus terang, saya mo buat topic di b2w-indonesia.or.id
ttg subsidi bbm, kemacetan dan sepeda...salah satu referensi nya mungkin hasil pengamatan or tulisan yang akang buat... hatur nuhun...

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .